40 Jenis Sate di Indonesia

Sate

Sate atau satai (KBBI) (/icon'sæte?/, /icon's??te?/ SAH-tay) adalah makanan yang terbuat dari potongan daging kecil-kecil yang ditusuk sedemikian rupa dengan tusukan lidi tulang daun kelapa atau bambu kemudian dipanggang menggunakan bara arang kayu. Sate disajikan dengan berbagai macam bumbu yang bergantung pada variasi resep sate. Daging yang dijadikan sate antara lain daging ayam, kambing, domba, sapi, babi, kelinci, kuda, keong dan lain-lain.

sate ayam madura yang sedang dipanggang wisataarea.com


Related Posts:

Wisata Kuliner

Wisata Kuliner


Selain wisata alam, budaya, religi dan belanja masih ada lagi wisata yang tidak kalah ramai dan wajib dicoba yaitu wisata Kuliner. Wisata kuliner belakangan ini semakin dilirik para wisatawan lokal maupun manca negara, selain berlibur untuk mengunjungi destinasi-destinasi wisata alam, wisata budaya atau wisata yang lainnya maka belum lengkap bila belum mencicipi kuliner khas daerah yang dikunjungi tersebut. Di Indonesia yang terdiri dari lebih dari 1700 pulau dan keberagaman adat budaya dan kontur alam menjadikan kuliner tiap daerah berbeda dan memiliki ciri khasnya sendiri, sehingga jika kita berkunjung ke daerah di Indonesia wajib banget buat mencicipi ragam kulinernya.


sate kelontong dengan bumbu sambal kacang dibungkus daun pisang wisataarea.com
Sate Lontong dengan Bumbu Kacang


Related Posts:

Wisata Religi

Sejarah mencatat bahwa agama Hindu dan Buddha pernah masuk dan memengaruhi kehidupan spiritual di Indonesia dengan adanya peninggalan sejarah seperti candi dan prasasti di beberapa lokasi. Jejak-jejak peninggalan agama Buddha yang terbesar adalah Candi Borobudur yang terletak di Magelang dan merupakan candi Buddha terbesar di dunia dan masuk dalam daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO pada tahun 1991. Pada abad ke-13 hingga ke-16 Islam masuk ke nusantara menggantikan era kerajaan Hindu-Buddha. Pada masa ini, banyak ditemukan masjid yang merupakan akulturasi kebudayaan antara Hindu-Buddha-Jawa dengan agama Islam seperti terlihat pada Masjid Agung Demak dan Masjid Menara Kudus

Related Posts:

Wisata Budaya

Wisata Budaya



Wisata Budaya di Indonesia berdasarkan data sensus 2010, Indonesia terdiri dari 1.128 suku bangsa. Keberagaman suku bangsa tersebut mengakibatkan keberagaman hasil budaya seperti jenis tarian, alat musik, dan adat istiadat di Indonesia. Beberapa pagelaran tari yang terkenal di dunia internasional misalnya Sendratari Ramayana yang menceritakan tentang perjalanan Rama dan dipentaskan di kompleks Candi Prambanan. Desa Wisata Batubulan yang terletak di Sukawati, Gianyar Pulau Bali merupakan desa yang sering dikunjungi untuk pentas Tari Barongan, Tari Kecak dan Tari Legong.

Wisata budaya Salah satu peserta dalam Karnaval Batik Solo wisataarea.com
Wisata budaya
Salah satu peserta dalam Karnaval Batik Solo.

Related Posts:

Wisata Belanja

Wisata Belanja


Wisata belanja di Indonesia dibagi menjadi dua jenis: pusat perbelanjaan tradisional dengan proses tawar-menawar antara pembeli dan penjual dan pusat perbelanjaan modern. Pasar tradisional umumnya menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari yang berlokasi dalam satu gedung atau jalan tertentu. Beberapa daerah dengan relief sungai-sungai panjang memiliki pasar terapung seperti Pasar Terapung Muara Kuin di Sungai Barito, Banjarmasin dan Pasar Terapung Lok Baintan di Banjar, namun adapula yang khusus menjual barang - barang seni atau benda khas setempat seperti Pasar Sukawati di Gianyar yang menjual berbagai kerajinan tangan dan barang seni khas Bali, Pasar Klewer di Solo yang menjual kain - kain batik, Kotagede dengan hasil kerajinan perak, dan kawasan Malioboro di Yogyakarta yang menjajakan kerajinan khas Yogya.

Related Posts:

Kepulauan Nusa Tenggara



Kepulauan Nusa Tenggara


Kepulauan Nusa Tenggara atau Kepulauan Sunda Kecil (sekarang kadangkala digunakan dalam peta-peta geografis dunia), adalah gugusan pulau-pulau di sebelah timur Pulau Jawa, dari Pulau Bali di sebelah barat, hingga Pulau Timor di sebelah timur. Kepulauan Barat Daya dan Kepulauan Tanimbar yang merupakan bagian dari wilayah Provinsi Maluku secara geologis juga termasuk dalam kepulauan Nusa Tenggara.

kepulauan nusa tenggara indonesia wisataarea.com


Secara administratif, Kepulauan Nusa Tenggara termasuk wilayah negara Indonesia, kecuali bagian timur Pulau Timor termasuk wilayah negara Timor Leste.

kepulauan nusa tenggara geografi batas wilayah indonesia wisataarea.com


Di awal kemerdekaan Indonesia, kepulauan ini merupakan wilayah Provinsi Sunda Kecil yang beribukota di kota Singaraja, kini terdiri atas 3 provinsi (berturut-turut dari barat): Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.


 Asal Usul Nama Nusa Tenggara

Pada tahun 1950-an Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Moh. Yamin menamai Kepulauan Sunda Kecil menjadi Kepulauan Nusa Tenggara yang artinya "Nusa" (pulau-pulau, kepulauan) yang berada di tenggara Indonesia. Saat ini nama "Nusa Tenggara" digunakan oleh dua daerah administratif: Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur


Lokasi Transisi antara Busur Sunda dan Busur Banda

Pada ujung akhir kemenerusan busur sunda bagian timur terjadi perubahan sistem konvergensi di mana subduksi antara bagian lempeng samudera dari lempeng indo-australia dengan lempeng eurasia berubah menjadi continental-island arc collision, yaitu kolisi antara bagian lempeng benua dari lempeng indo-australia, the scouth plateau dengan Banda Island arc di mana pulau sumba yang berada di antaranya.

Keberadaan pulau sumba sendiri terletak di Kepulauan Sunda Kecil (Lesser Sunda Island). Pulau-pulau kepulauan sunda kecil bagian utara ditemukan adanya kemenerusan gunung api yang menandakan pulau-pulau tersebut merupakan pulau-pulau busur kepulauan vulkanik, di antaranya pulau Bali, Lombok, Sumbawa, Flores dan Wetar. Sedangkan bagian dari kepulauan sunda kecil selatan, seperti pulau Sumba dan pulau Timor, tidak ditemukannya kemenerusan gunung api aktif.


Pulau-pulau utama

Bali

    Pulau Bali
    Pulau Nusa Penida
    Pulau Nusa Lembongan
    Pulau Nusa Ceningan


Kunjugi Juga Pulau Bali 


Nusa Tenggara Barat

    Pulau Lombok
    Pulau Sumbawa
    Pulau Sangeang
    Pulau Moyo

Nusa Tenggara Timur

    Pulau Komodo
    Pulau Flores
    Pulau Palue
    Pulau Adonara
    Pulau Solor
    Pulau Lomblen (Pulau Lembata)
    Pulau Pantar
    Pulau Alor
    Pulau Sumba
    Pulau Timor
    Pulau Sawu
    Pulau Rote

 
komodo bukan kodomo
Komodo

Sumber : wikipedia dan google hehe

 


Kunjungi juga tempat-tempat wisata di Nusat Tenggara
Terimakasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat wisataarea.com (:

Related Posts:

Kepulauan Maluku Indonesia

Kepulauan Maluku


Maluku atau yang dikenal secara internasional sebagai Moluccas adalah provinsi yang ada di Indonesia bagian timur. Lintasan sejarah Maluku telah dimulai sejak zaman kerajaan-kerajaan besar di Timur Tengah seperti kerajaan Mesir yang dipimpin Firaun. Bukti bahwa sejarah Maluku adalah yang tertua di Indonesia adalah catatan tablet tanah liat yang ditemukan di Persia, Mesopotamia, dan Mesir menyebutkan adanya negeri dari timur yang sangat kaya, merupakan tanah surga, dengan hasil alam berupa cengkeh, emas dan mutiara, daerah itu tak lain dan tak bukan adalah tanah Maluku yang memang merupakan sentra penghasil Pala, Fuli, Cengkeh dan Mutiara. Pala dan Fuli dengan mudah didapat dari Banda Kepulauan, Cengkeh dengan mudah ditemui di negeri-negeri di Ambon, Pulau-Pulau Lease (Saparua, Haruku & Nusa laut) dan Nusa Ina serta Mutiara dihasilkan dalam jumlah yang cukup besar di Kota Dobo, Kepulauan Aru.

kepulauan maluku indonesia wisataarea.com
Kpeulauan Maluku



Related Posts:

Sumatera

Pulau Sumatera

topografi pulau sumatera indonesia wisataarea.com
Sumatera

Sumatera (ejaan KBBI: Sumatra) adalah pulau keenam terbesar di dunia yang terletak di Indonesia, dengan luas 473.481 km². Penduduk pulau ini sekitar 52.210.926 (sensus 2010). Pulau ini dikenal pula dengan nama lain yaitu Pulau Percha, Andalas, atau Suwarnadwipa (bahasa Sanskerta, berarti "pulau emas"). Kemudian pada Prasasti Padang Roco tahun 1286 dipahatkan swarnnabhūmi (bahasa Sanskerta, berarti "tanah emas") dan bhūmi mālayu ("Tanah Melayu") untuk menyebut pulau ini. Selanjutnya dalam naskah Negarakertagama dari abad ke-14 juga kembali menyebut "Bumi Malayu" (Melayu) untuk pulau ini.
peta pulau sumatera dan wilayah sekitarnya indonesia wisataarea.com
peta Pulau Sumatera

Related Posts:

Pulau Sulawesi



Pulau Sulawesi


Sulawesi atau Pulau Sulawesi (atau sebutan lama dalam bahasa Inggris: Celebes) adalah sebuah pulau dalam wilayah Bendera Indonesia Indonesia yang terletak di antara Pulau Kalimantan di sebelah barat dan Kepulauan Maluku di sebelah timur. Dengan luas wilayah sebesar 174.600 km², Sulawesi merupakan pulau terbesar ke-11 di dunia. Di Indonesia hanya luas Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Pulau Papua sajalah yang lebih luas wilayahnya daripada Pulau Sulawesi, sementara dari segi populasi hanya Pulau Jawa dan Sumatera sajalah yang lebih besar populasinya daripada Sulawesi.

gambar pulau sumaera celebes indonesia wisataarea.com
sumber wikipedia



Asal Usul Nama Sulawesi

Nama Sulawesi diperkirakan berasal dari kata dalam bahasa-bahasa di Sulawesi Tengah yaitu kata  sula yang berarti nusa (pulau) dan kata wesi yang berarti besi (logam), yang mungkin merujuk pada praktik perdagangan bijih besi hasil produksi tambang-tambang yang terdapat di sekitar Danau Matano, dekat Sorowako, Luwu Timur. Sedangkan bangsa/orang-orang Portugis yang datang sekitar abad 14-15 masehi adalah bangsa asing pertama yang menggunakan nama Celebes untuk menyebut pulau Sulawesi secara keseluruhan.

Geografi

Sulawesi merupakan pulau terbesar keempat di Indonesia setelah Papua, Kalimantan dan Sumatera dengan luas daratan 174.600 kilometer persegi. Bentuknya yang unik menyerupai bunga mawar laba-laba atau huruf K besar yang membujur dari utara ke selatan dan tiga semenanjung yang membujur ke timur laut, timur, dan tenggara. Pulau ini dibatasi oleh Selat Makasar di bagian barat dan terpisah dari Kalimantan serta dipisahkan juga dari Kepulauan Maluku oleh Laut Maluku. Sulawesi berbatasan dengan Borneo di sebelah barat, Filipina di utara, Flores di selatan, Timor di tenggara dan Maluku di sebelah timur.


Sejarah

Penari 'Padjogé' di Maros, Sulawesi, pada tahun 1870an.
Sejak abad ke-13, akses terhadap barang perdagangan berharga dan sumber mineral besi mulai mengubah pola lama budaya disulawesi, dan ini memungkinkan individu yang ambisius untuk membangun unit politik yang lebih besar. Tidak diketahui mengapa kedua hal tersebut muncul bersama-sama, mungkin salah satu adalah hasil yang lain. Pada 1400an, sejumlah kerajaan pertanian yang baru telah muncul di barat lembah Cenrana, serta di daerah pantai selatan dan di pantai timur dekat Parepare yang modern.

Orang-orang Eropa pertama yang mengunjungi pulau ini (yang dipercayai sebagai negara kepulauan karena bentuknya yang mengerut) adalah pelaut Portugis pada tahun 1525, dikirim dari Maluku untuk mencari emas, yang kepulauan memiliki reputasi penghasil. Belanda tiba pada tahun 1605 dan dengan cepat diikuti oleh Inggris, lalu mendirikan pabrik di Makassar. Sejak 1660, Belanda berperang melawan Kerajaan Gowa Makasar terutama di bagian pesisir barat yang berkuasa. Pada tahun 1669, Laksamana Speelman memaksa penguasa, Sultan Hasanuddin, untuk menandatangani Perjanjian Bongaya, yang menyerahkan kontrol perdagangan ke Perusahaan Hindia Belanda. Belanda dibantu dalam penaklukan mereka oleh panglima perang Bugis Arung Palakka, penguasa kerajaan Bugis Bone. Belanda membangun benteng di Ujung Pandang, sedangkan Arung Palakka menjadi penguasa daerah dan kerajaan Bone menjadi dominan. Perkembangan politik dan budaya tampaknya telah melambat sebagai akibat dari status quo. Pada tahun 1905 seluruh Sulawesi menjadi bagian dari koloni negara Belanda dari Hindia Belanda sampai pendudukan Jepang dalam Perang Dunia II. Selama Revolusi Nasional Indonesia, "Turk" Westerling Kapten Belanda membunuh sedikitnya 4.000 orang selama Kampanye Sulawesi Selatan. Setelah penyerahan kedaulatan pada Desember 1949, Sulawesi menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS). Dan pada tahun 1950 menjadi tergabung dalam kesatuan Republik Indonesia.

Pada saat kemerdekaan Indonesia, Sulawesi berstatus sebagai provinsi dengan bentuk pemerintahan otonom di bawah pimpinan seorang Gubernur. Provinsi Sulawesi ketika itu beribukota di Makassar, dengan Gubernur DR.G.S.S.J. Ratulangi. Bentuk sistem pemerintahan provinsi ini merupakan perintis bagi perkembangan selanjutnya, hingga dapat melampaui masa-masa di saat Sulawesi berada dalam Negara Indonesia Timur (NIT) dan kemudian NIT menjadi negara bagian dari negara federasi Republik Indonesia Serikat (RIS). Saat RIS dibubarkan dan kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Sulawesi statusnya dipertegas kembali menjadi provinsi. Status Provinsi Sulawesi ini kemudian terus berlanjut sampai pada tahun 1960.

Gubernur Sulawesi

    DR. G. S.S.J. Ratulangi (1945 – 1949)
    Bernard Wilhelm Lapian (1949 – 1951)
    R. Sudiro (1951 – 1953)
    Andi Burhanuddin (1953)
    Lanto Daeng Pasewang (1953 - 1956)
    Andi Pangerang Pettarani (1956 – 1960)


Mulai tahun 1960 Sulawesi terdiri dari dua buah Daerah Tingkat I, yaitu :


    Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan-Tenggara dan
    Daerah Tingkat I Sulawesi Utara-Tengah.

Pada tahun 1964 dibentuk Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah, yang dipisahkan dari Daerah Tingkat I Sulawesi Utara-Tengah, sedangkan Daerah Tingkat I Sulawesi Utara-Tengah diubah menjadi Daerah Tingkat I Sulawesi Utara. Demikian pula Daerah Tingkat I Sulawesi Tenggara dibentuk terpisah dari Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan-Tenggara, sedangkan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan-Tenggara diubah menjadi Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan.

Mulai tahun 1999 pemakaian istilah Daerah tingkat I dihilangkan, sehingga ke-empat wilayah di atas sebutannya berubah masing-masing menjadi provinsi. Memasuki era Reformasi seiring dengan munculnya pemekaran wilayah berkenaan dengan otonomi daerah, terbentuk provinsi Gorontalo pada tahun 2000, dan kemudian provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2004.

Pemerintahan

Pemerintahan di Sulawesi dibagi menjadi enam provinsi berdasarkan urutan pembentukannya yaitu provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Sulawesi Barat. Sulawesi Tengah merupakan provinsi terbesar dengan luas wilayah daratan 68,033 kilometer persegi dan luas laut mencapai 189,480 kilometer persegi yang mencakup semenanjung bagian timur dan sebagian semenanjung bagian utara serta Kepulauan Togean di Teluk Tomini dan pulau-pulau di Banggai Kepulauan di Teluk Tolo. Sebagian besar daratan di provinsi ini bergunung-gunung (42.80% berada di atas ketinggian 500 meter dari permukaan laut) dan Katopasa adalah gunung tertinggi dengan ketinggian 2.835 meter dari permukaan laut.

Kota besar

Berikut 10 kota besar di Sulawesi berdasarkan jumlah populasi tahun 2010.



Daftar gunung di Sulawesi

    Gunung Lokon (1.689 mdpl)
    Gunung Klabat
    Gunung Soputan
    Gunung Mekongga (2.620 mdpl)
    Gunung Mahawu
    Gunung Bawakaraeng (2.705 mdpl)
    Gunung Latimojong (3.680 mdpl)
    Gunung Karangetang
    Gunung Awu
    Gunung Bawah Laut Sangihe
    Gunung Gandang Dewata (3307 mdpl)

Empat semenanjung utama


    Semenanjung Timur
    Semenanjung Selatan
    Semenanjung Tenggara
    Semenanjung Minahasa

Suku Bugis

Suku Bugis adalah suku yang lebih dominan di Pulau Sulawesi ini. Di mana suku ini dapat ditemui di mana-mana di Pulau Sulawesi. Suku Bugis mayoritas adalah pedagang jadi tidak heran jika rata-rata pasar di pulau ini dikuasai oleh Suku Bugis. Suku Bugis adalah suku yang taat beragama. Suku Bugis adalah suku yang sangat menjunjung tinggi harga diri dan martabat. Suku ini sangat menghindari tindakan-tindakan yang mengakibatkan turunnya harga diri atau martabat seseorang.
Hasil kebudayaan Bugis yang paling terkenal adalah Kapal Pinisi. Kapal Pinisi adalah alat transportasi zaman dulu, biasanya untuk mengangkut barang. Kapal laut ini tergolong kapal layar, yang memakai tenaga angin sebagai penggerak. Kapal Pinisi ini sudah terkenal sejak abad ke-14. Bahkan sekarang, dunia sudah mengakui keberadaan Kapal Pinisi. Saat ini Kapal Pinisi digunakan sebagai kapal pesiar mewah dan kapal ekspedisi. Akan tetapi masih ada masyarakat Sulawesi yang menggunakan kapal ini sebagai alat transportasi sehari-hari. Anda bisa menemui kapal ini beserta proses pembuatannya di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.


Penduduk suku Toraja terkenal sebagai penduduk yang bermukim di dataran tinggi atau pegunungan. Nenek moyangnya berasal dari suku bangsa cina. Hasil kebudayaannya sangat beragam, dan masih terjaga sampai saat ini. Yang paling mudah dikenali dari kebudayaan Toraja adalah rumah adatnya. Tongkonan adalah rumah adat suku Toraja. Rumah ini merupakan simbol spiritualital masyarakat Toraja. Berbagai upacara adat Toraja diselenggarakan di rumah ini.

Sumber : wikipedia dan google hehe

 


Terimakasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat wisataarea.com (:😎

Related Posts:

PAPUA

Pulau Papua atau Irian Jaya atau Guinea Baru atau New Guinea atau Nugini

Pulau Papua atau Guinea Baru (bahasa Inggris: New Guinea, bahasa Indonesia: Nugini) atau yang dulu disebut dengan Pulau Irian, adalah pulau terbesar kedua (setelah Greenland) di dunia yang terletak di sebelah utara Australia. Pulau ini dibagi menjadi dua wilayah yang bagian baratnya dikuasai oleh Indonesia dan bagian timurnya merupakan negara Papua Nugini. Di pulau yang bentuknya menyerupai burung cendrawasih ini terletak gunung tertinggi di Indonesia, yaitu Puncak Jaya (4.884 m).

gambar pulau papua irian jaya indonesia wisataarea.com
gambar wikipedia
gambar pulau papua irian jaya indonesia wisataarea.com
gambar assomaen


Nama Irian digunakan dalam Bahasa Indonesia untuk mengacu terhadap pulau ini juga terhadap provinsi, sebagaimana "Provinsi Irian Jaya". Nama ini diusulkan pada tahun 1945 oleh Marcus Kaisiepo, saudara dari Gubernur yang akan datang Frans Kaisiepo. Nama ini diambil dari Bahasa Biak yang berarti beruap, atau semangat untuk bangkit. Nama ini juga digunakan dalam bahasa pribumi lain seperti Bahasa Serui, Bahasa Merauke dan Bahasa Waropen. Nama ini digunakan sampai tahun 2001 di mana pulau beserta provinsinya kembali dinamakan Papua. Nama Irian yang awalnya disukai oleh penduduk asli Papua, sekarang dianggap sebagai nama yang diberikan oleh Jakarta.

Related Posts:

Bali Island Indonesia

Bali Island

Bali is a province of Indonesia. The provincial capital is Denpasar. Bali is also the name of the main island in this region.
At the beginning of the independence of Indonesia, the island is included in Sunda Kecil ( Lesser Sunda Province). the city of Singaraja, and is now divided into 3 provinces: Bali, Nusa Tenggara Barat (West Nusa Tenggara) and Nusa Tengara Timur (East Nusa Tenggara).
In addition consists of the island of Bali, Bali Provincial territory also comprises the islands of the smaller nearby island of Nusa Penida, Nusa Lembongan, Nusa Ceningan, Serangan Island, and Menjangan island.

Bali Tourist map by edistw.wordpress


Geographically, Bali is situated between the islands of Jawa (Java) and Lombok. The majority of the population of Bali is Hindu religions. In the world, Bali is famous as a tourism destination with the uniqueness of the various results and cultural art, especially for the Japan and Australia. Bali is also known as Pulau Dewata (the island of the gods) and the island of a thousand temples.

Geography

Bali is part of Sunda Kecil (the Lesser Sunda) Islands along the 153 km and 112 km wide around 3.2 km from Java.
Astronomically, Bali is located at 8 ° 25 ' 23? South latitude and 115 ° 14 ' 55? East longitude which makes it as tropical part of Indonesia to another.
The highest point is Mount Agung in Bali as high as 3,148 m. volcano last erupted in March 1963. Mount Batur also one mountain in Bali. About 30,000 years ago, mount Batur erupted and produced terrible disasters on Earth. In contrast to the North, the southern part Bali is irrigated lowland rivers.

Based on topography and relief, in the middle of the island of Bali lies a mountain range that extends from West to East and between the mountain there is a cluster of the volcano Mount Batur and Agung Mount as well as the mountain that no volcano, mount Patas, mount Merbuk and mount Seraya. The presence of the mountains lead to the area of Bali is geographically divided into two unequal parts, namely North Bali with a narrow and less sloping and South Bali with broad lowlands and ramps. The slope of the land is the island of Bali consists of a flat land (0-2%) covering an area of 122,652 hectares, undulating land (2-3%) covering 118,339 ha, steep land (15-40%) covering an area of 190,486 ha of land and very steep (40%) covering > 132,189 hectares.

The province of Bali has four (4) lakes located in mountainous areas, namely Lake Beratan or Bedugul, Buyan and Tamblingan, Batur,. Bali's beautiful nature makes the famous island of Bali as a tourist area.
The capital city of Bali is Denpasar. Other important places are the arts as central to Ubud and the rest, located in Gianyar Regency. Nusa Lembongan is as one of the menyelam (diving), located in Kabupaten Klungkung ( Klungkung Regency ). While Kuta, Seminyak, Jimbaran and Nusa Dua are some places which became the main destination of tourism, nice beaches as well as retreat, spa, and others, located in Badung Regency.

The total area of the province of Bali is 5,636.66 km2 or 0.29% area of the State Union of Republic of Indonesia. Administratively, the province of Bali is divided into 8 districts, 155 municipalities, districts, and villages 701.

Territorial Boundaries
North : Bali Sea
South: Indian Ocean
West: Strait of Bali and East Java province
East: Strait of Lombok and Nusa Tenggara Timur Province


History

The rice fields around the cliffs of Gunung Kawi Temple, Tampaksiring, Bali. pictures

The first residents of the island of Bali is estimated to come in at 3000-2500 BC (Bce) who migrated from Asia. Relics of stone tools from this period found in the village of Cekik which is located in the western part of the island. Prehistoric times then end with the coming of Hinduism and Sanskrit writings from India in about 100 years BC.

Bali culture and then got the strong influence of the culture of India who process the sooner after the 1st century . The name Balidwipa (Bali) found in various inscriptions, including the Blanjong Inscriptions issued by Sri Kesari Warmadewa in 913 Ad and mention the word Walidwipa. Estimated around this time subak irrigation system for rice planting began to be developed. Some of the religious and cultural traditions also began to develop at the time. Majapahit (1293 – 1500 Ad ) Hindu and is based in the island of Java, had founded the Kingdom of subordinates in Bali around the year 1343 Ad. It was almost the entire country Hindu, but over the coming of Islam stand Islamic kingdoms in nusantara which among other things led to the collapse of Majapahit. Many nobles, priests, artists and other Hindu community when it departed from Java to Bali.

Europeans first discovered Bali is Cornelis de Houtman from Netherlands in 1597, although a Portuguese ship previously stranded near Tanjung  Bukit, Jimbaran, in 1585. Netherlands via the VOC began to implement occupation of  land in  Bali, but will continue resistance until the end of his reign so that their position in Bali is not as strong as their position in Java or Maluku. Starting from the northern part of Bali, since 1840-an attendance of Netherlands has become permanent, originally performed with various sheep pitted ruler of Bali that mistrust each other. Netherlands big assault by sea and by land toward the area of Sanur and Denpasar area followed by. Bali's party lost the amount of weaponry or don't want to experience shame due to surrender, thus precipitating the war until the very end of the war away from blood or of involving all the people both men and women including his King. It is estimated as many as 4,000 people were killed in the incident, although the Netherlands has ordered them to surrender. Furthermore, the Governor of the Netherlands who reigned only a few give influence on the island, so that local control of religion and culture generally does not change.

Japan occupied Bali during World War II and then a military officer named I Gusti Ngurah Rai of Bali form ' freedom fighters '. Following the surrender of Japan in the Pacific in August 1945, the Netherlands soon returned to Indonesia (including Bali) to re-establish its colonial Government as a State before the war. This was opposed by the forces of resistance Bali then use weapons Japan.

On November 20, 1945, split the Battle Of 1946 took place in the village of Marga, Tabanan Regency, Bali. Colonel I Gusti Ngurah Rai, a 29-year-old led his army from the eastern region of Bali to take the offensive to death in the Netherlands armed forces. All members of the battalion of the Balinese were killed all of them and a Balinese military resistance makes it as the last.

In 1946 the Netherlands makes Bali as one of the 13 districts of East Indonesia State part of the newly proclaimed, i.e., as one of the country's rival for the Republic of Indonesia which was proclaimed and headed by Sukarno and Hatta. Bali later also incorporated into the Republic of Indonesia States when the Netherlands recognized the independence of Indonesia on December 29, 1949. In 1950, officially leaving Bali perserikatannya with Netherlands and legally became a province of the Republic of Indonesia.

The eruption of Mount Agung, happened in 1963, had a chance to shake the people's economy and caused many inhabitants of Bali transmigrates into various other areas in Indonesia.

In 1965, along with a failed coup against the national Government seized power in Jakarta, Bali and many other areas, there was the crackdown against members and sympathizers of the Communist Party Indonesia. In Bali, estimated more than 100,000 people were killed or missing. Even so, the events at the beginning of the new order up to this time has not been successfully expressed in the law.

Terrorist attacks have occurred on October 12, 2002, in the form of the 2002 Bali bomb attacks in tourist areas of Kuta Beach, causing as many as 202 people were killed and 209 others injured. The 2005 Bali bombings also happened three years later in Kuta and Jimbaran beach. These events received widespread international coverage because most of the victims were foreign tourists and causing the Bali tourist industry face the challenge of weight these past few years.

Demographics

Paddy fields in Bali pictures

The population of Bali is approximately the number of 4 million more, with the majority of 84.5% Hinduism. Other religions are Buddhism (0.5%), Islam (13.3%), Protestants and Catholics (1.7%). Islam is the largest minority religion in Bali with the followers now reached 13.3% based on the latest census in January 2014.

Apart from tourism, the inhabitants of Bali also live off farming and fishing, the most known world from farming in Bali is a Subak system. Some also choose to become artists. The language used in Bali Indonesia, Bali is the United Kingdom, and particularly for those who work in the tourism sector.

Balinese language and bahasa Indonesia is the most widely spoken languages in Bali and other Indonesia population, as the majority of Balinese people are bilingual or trilingual. Although there are several dialects in Balinese, Balinese people generally use a Balinese language Association as an option in communicating. Traditionally, the use of various dialects of the Balinese language is determined based on a system of varnas in Hindu Dharma and clan membership (the term Bali: However, gotra); Although the implementation of these traditions tend to be reduced. In some places in Bali, found a number of the speakers of Javanese.

The language of the United Kingdom is the third language (and the primary foreign language) for many Balinese people that were affected by the huge needs of the tourism industry. Employees who work at the visitor information center in Bali, often also understand some of the foreign language with adequate competencies. The language of Japan has also become a priority of education in Bali.

Economy

Three decades ago, the Balinese economy was largely agriculture-based and rely on both in terms of output and employment. Now, the tourism industry became the biggest revenue object for Bali. As a result, Bali became one of the wealthiest areas in Indonesia. In 2003, approximately 80% of Bali's economy relies on the tourism industry. At the end of June 2011, non-performing loans of all banks in Bali is 2,23%, lower than the average non-performing loan banking industry Indonesia (around 5%). The economy, however, suffered significantly as a result of the 2002 Bali bombing and the 2005 Bali bombing. The tourism industry has recovered from the aftermath of this event.

Tourism

Bali is Indonesia's main tourism destinations already famous around the world. In addition to the famous natural beauty, especially its beaches, Bali is also famous for its arts and culture are unique and interesting. Tourism industry centred in southern Bali and in some other areas. The main tourist sites are the Kuta and Legian and Seminyak are nearby, the area east of the city such as Sanur, Ubud, such as city centre and in the southern regions such as Nusa Dua and Jimbaran, Pecatu. Bali as a tourist destination and has integrated lots of interesting sights, among others: Kuta Beach, Tanah Lot, Padang-Padang Beach, Lake Beratan Bedugul, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Lovina beach with Dolphin Lumbanya, Besakih Temple, Ubud, Uluwatu, Kintamani, Munduk, Amed, Tulamben, Menjangan island and much more. Now, Bali also has several tourist-laden education for children such as the Zoo, the museum of three dimensions, water playground, and the place of breeding turtles.


Transportation


Bali has no rail network, however the existing road on the island is classified as very good compared to other areas in Indonesia, the road network is available with either especially to areas of tourist destinations namely Legian, Kuta, Sanur, Nusa Dua, Ubud, etc. Most of the population has private vehicles and chose to use it because public transportation is not available, except for taxis and shuttles. Mass transportation modes are currently prepared in order to be able to give more comfort of Bali against the tourists. Recently mass transportation to serve the needs of decent in Bali Island launched a Trans Sarbagita (Trans Denpasar, Gianyar, Tabanan, Badung) use large Buses with AIR CONDITIONING and Rp 3,500.

Until now, transport in Bali are generally built in the southern part of Bali around Denpasar, Kuta, Sanur and Nusa Dua, while northern areas lacking good accommodation.

Types of public transportation in Bali:

Dokar (Gig), a vehicle using the horse as an attractant is known as a Delman somewhere else
Ojek, motorbike taxi
Bemo/minibus, serving domestic and intercity
Trans Sarbagita (Corridors 1 < City-Garuda Wisnu Kencana (GWK) >) and (Corridor 2 < Nusa Dua-Batubulan >)
Taxi, car
Komotra, buses that serve the region travel to Kuta Beach and surroundings
Buses, Inter City relations, rural, and between provinces

Bali is connected with the island of Java with a ferry service that links the port of Gilimanuk in Jembrana Regency with the port of Ketapang in Banyuwangi Regency, a long journey of about 30 to 45 minutes. The crossing to the island of Lombok via the port of Padangbai Port towards the Sheet takes about four to five minutes duration depending on the weather.

Air transportation is served by the Ngurah Rai International Airport with destinations to major cities in Indonesia, Australia, Singapore, Malaysia, Thailand, East Timor, China and Japan. Runways and aircraft come and go can be seen clearly from the coast and became a sort of additional entertainment for tourists who enjoy the beaches of Bali.

For ground transportation between the island of bali is no drive from Ubung-Denpasar terminal and terminal Mengwi linking Bali with Java and Lombok. Drive from Ubung terminal on the island of Bali serves routes between island destination Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Madura, Jember, etc. Interisland transport is served by a bus fleet with economy class, business and Executive. Drive from Ubung Terminal relatively lively start at 15:00:00 pm-6:30 because at the many buses that began setting off to their respective destinations. For those of you that came to this keterminal please be alert because of the many touts who somewhat forced passengers.

The Government of
List of regencies and cities of d Bali pictures
List of Governors of 1 2 pictures

Representative

Four members of the DPD (2014-2019) from the province of Bali is SHRI Wedakarna Arya M IGN Wedasteraputra S, I Kadek Arimbawa, AA Oka Ratmadi NGR and Gede Pasek Suardika.

Based on the results of the legislative elections of 2014, Bali sends nine members of Parliament to the HOUSE of REPRESENTATIVES.

At the provincial level, the REPRESENTATIVES of Bali with 55 seats available by PDI-P with 24 seats, followed by Golkar Party with eleven seats and the Democratic Party with eight seats.
House of representatives seats pictures

Culture

Music

A set of Balinese gamelan. pictures

Traditional Balinese music has in common with traditional music in many other areas in Indonesia, for example, in the use of the gamelan and various other tabuh instrument. Even so, there are peculiarities in the technique and his plays, for example in the form of kecak, namely a song reportedly mimicked the sound of an ape. Similarly, the wide variety of gamelan played also have the uniqueness of gamelan jegog, for example, gamelan gong gede, gamelan gambang, gamelan selunding and gamelan Semar Pegulingan. There is also music Angklung played for cremation ceremonies as well as music Bebonangan played in various other ceremonies.

There is a modern form of the traditional Balinese music Gamelan Gong Kebyar, for example which is the dance music which developed during the colonization of the Netherlands as well as the popular start Bumbung Joged in Bali since the 1950s. Generally the music of Bali is a combination of a variety of metal percussion instruments (metallophones) percussion, gongs and wood (xylophone). Because social relations, politics and culture, the music of traditional Balinese gamelan Bali style game or exert influence or affect the area surrounding cultures, such as traditional music society folk music community as well as other countries.

Gamelan
Jegog
Genggong
Silat Bali

Dance

The art of Balinese dance in General can be found into three groups, namely the guardian or dance a sacred performances, dance performances or art bebali ceremonies and also to visitors and Bali-balihan art or dance for the entertainment of visitors.

An expert on the art of Balinese dance I Made Bandem in early 1980s never classify the Balinese dances; among others who belong into Berutuk for example, guardian Dedari, Gede Line and Rejang, bebali among others is the movements: Pajegan and Masks, Wayang Wong, while Bali-balihan among others is the Legong, Parwa, Arja, Prembon and Joged as well as numerous other modern dance choreography.

One of the dances that are very popular for tourists is the Pendet Dance and Kecak dance. Around the 1930s, Wayan Limbak collaborated with the painter Walter Spies Germany created the Kecak dance based on the tradition of Sang Hyang and parts of the story of Ramayana. Wayan Limbak popularized the dance this time traveling around the world along with groups of dancers of Bali.

Young dancers are Dance Dance, choreography, contemporary work of Grouse Ni Luh Suasthi Bandem. pictures

. Dance of guardian
Dedari
Sang Hyang Jaran
Rejang Dance
Line Dance

. Dance bebali
Mask Dance
Movements:

. Dance of Bali-balihan
Legong Dance
Arja
Joged Bumbung
The Drama Gong
Barong
Pendet
Kecak Dance
Calon Arang
Dance Of Janger


The apparel area

Clothing Bali area indeed varies greatly, although it briefly looks the same. Each region in Bali has the hallmark ornament, symbolic and based on events/ceremonies, gender and age of its users. The economic and social status of a person can be known based on the pattern of clothing he was wearing jewelry and ornaments.

Guy
Children wearing udeng Ubud, a white shirt and a cloth. pictures

The traditional dress of men generally consists of:

Udeng (headband)
The fabric seam-
Umpal (shawl fastener)
Fabric wastra (kemben)
Belt
Keris
A variety of ornamental jewelry
Also worn shirts, suits and footwear as a complement.
Women
The dancers wore little loop, songket cloth and prada. pictures

Traditional women's clothing consisted of:

Loop (bun)
Sesenteng (kemben songket)
Fabric wastra
Prada belt (stagen), twisted around hips and breasts
Shawl songket shoulders down
Tapih, sinjang or fabric on the inside
A variety of ornamental jewelry

Also charged a kebaya, and the breastplate, and footwear as a complement


food

main food


    Ayam betutu
    Babi guling
    Be Kokak Mekuah
    Be Pasih mesambel matah
    Bebek betutu
    Berengkes
    Grangasem
    Jejeruk

   

    Jukut Urab
    Komoh
    Lawar
    Nasi Bubuh
    Nasi Tepeng
    Penyon
    Sate Kablet
    Sate Babi Guling

   

    Sate Lilit
    Sate pentul
    Sate penyu
    Sate Tusuk
    Timbungan
    Tum
    Urutan Tabanan

traditional snack

    Bubuh Sagu
    Bubuh Sumsum
    Bubuh Tuak
    Jaja Batun Duren
    Jaja Begina
    Jaja Bendu
    Jaja Bikang
    Jaja Engol

   

    Jaja Godoh
    Jaja Jongkong
    Jaja Ketimus
    Jaja Klepon
    Jaja Lak-Lak
    Jaja Sumping
    Jaja Tain Buati
    Jaja Uli misi Tape

   

    Jaja Wajik
    Rujak Bulung
    Rujak Kuah Pindang
    Rujak Manis
    Rujak Tibah
    Salak Bali


Traditional weapon

    Keris
    spear
    Tiuk
    Taji
    Kandik
    Caluk
    Arit
    Udud
    Gelewang
    Trisula
    Panah
    Penampad
    Garot
    Tulud
    Kis-Kis
    Anggapan
    Berang
    Blakas
    Pengiris
    Pengutik

Custom Homes

Balinese home in accordance with the rules of the Asta Kosala Kosali (Vedic part governing the layout of rooms and buildings, like Feng Shui in Chinese Culture)

According to Balinese philosophy, dynamics in life will be achieved in the realization of a harmonious relationship between aspects of the pawongan, the palemahan and the parahyangan. For it was the construction of a House should include these aspects or commonly called Tri Hita Karana. Pawongan is the residents of the home. Palemahan means there has to be a good relationship between the residents and the environment.

In general the building or traditional architecture Bali is always filled with ornate carving, equipment as well as the awarding of colours. The motif contains some sense as an expression of the beauty of the symbols and the submission of the communication. The forms of motif types of fauna also serves as a ritual symbols shown in sculpture.


National Hero


Untung Suropati
I Gusti Ngurah Rai
I Gusti Ketut Jelantik

Movie set in Bali

Road to Bali, 1952 Hollywood comedy film starring Bing Crosby and Bob Hope
Eat Pray Love movie, Hollywood drama 2010 starring Julia Roberts

Related Posts: