Yang Kubenci Hanya Perbuatan Buruknya

Yang Kubenci Hanya Perbuatan Buruknya


Ada orang yang berbuat dosa sehingga ia dicaci orang-orang disekitarnya. Abu al-Darda mengingatkan mereka atas hal itu, “Aku ingin tahu pendapat kalian, seandainya saudara kalian ini kalian temukan terperosok kedalam sebuah jurang, apakah kalian akan membiarkannya saja?”

 

“Tentu tidak,” jawab mereka.

“Kalau begitu kalian jangan mencacinya. Tolong dan bantulah ia menjadi orang baik, dan jangan lupa memuji Allah karena telah menyelamatkan kalian dari dosa yang telah diujikan kepadanya.”

“Apakah anda tidak membencinya, wahai Abu al-Darda?”
“Sama sekali tidak. Yang kubenci hanyalah amal buruknya. Jika ia meninggalkannya, berarti ia saudaraku.”


Semoga bermanfaat . ..

Related Posts:

Untung Kalian Tidak Mengalaminya

Untung Kalian Tidak Mengalaminya


Suatu hari sekelompok orang mengobrol dengan al-Miqdad, salah seorang sahabat Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wasalam yang masih hidup kala itu. “Berbahagialah kepada pemilik dua mata yang telah melihat Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wasalam . Demi Allah, ingin sekali rasaanya aku melihat apa yang engkau lihat. Oh, sekiranya aku bisa menyaksikan apa yang engkau saksikan,” ujarnya.


untung kalian tidak mengalaminya
Add caption


Mendengar hal itu rona muka al-Miqdad seketika memerah. Raut mukanya menampakkan ketidak senangan. “Ada apa dengan al-Miqdad? Sepertinya dia marah,” gumam orang-orang yang ada didekatnya, “padahal yang dikatakan oleh orang itu sungguh baik!”


Baca Juga Kisah Pemimpin Yang Ditegur Anak Kecil

Al-Miqdad membaca keheranan merek seraya berkata, “Apa yang mendorong  orang itu sehingga ingin menyaksikan sesuatu yang telah disembunyikan oleh Allah darinya? Dia tidak tahu, seandainya menyaksikan apa yang disembunyikan itu, entah bagaimana kondisinya? Demi Allah, pada zaman Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wasalam banyak orang yang tidak beriman dan tidak mempercayainya, ssehingga mereka dihempaskan ke neraka Jahanam. Nabi Shalallahu 'alaihi Wasalam diutus kepada kaum yang berpandangan tidak ada agama yang lebih baik daripada menyembah berhala. Kemudian dengan Islam beliau memisahkan antara yang hak dan yang batil, antara ayah dan anaknya, juga antara seseorang dengan saudaranya. Orang yang beriman bertemu dengan saudaranya yang kafir di medan perang, lalu keduanya berperang habis-habisan hingga ada yang terbunuh. Dia tidak menangis karena yakin bahwa saudaranya yang kafir itu akan berujung di neraka. Jadi, mengapa kalian tidak memuji Allah karena telah menghindarkan kalian dari ujian yang berat itu?!”

Semoga bermanfaat.  .. :)

Related Posts:

Di Tegur Anak Kecil

Seorang Pemimpin Yang Ditegur Anak Kecil


Satu rombongan delegasi dari pedalaman datang untuk menemui seorang pemimpin sebuah negeri. Mereka hendak meminta sumbangan karena wilayah mereka dilanda paceklik. Dalam rombongan tersebut terdapat seorang anak kecil. Melihat itu pemimpin tersebut memenggil dan memarahi pengawalnya. “Memangnya setiap orang bisa menemuiku seenaknya, termasuk anak kecil?” bentaknya.

pemimpin yang ditegur anak kecil



Anak kecil itu lalu mendekati pemimpin tersebut dan berkata, “Wahai pemimpin yang adil! Kedatanganku tidak akan merugikanmu sedikitpun, tapi akan membuatku sangat terhormat. Orang-orangku datang kesini karena sesuatu yang membuat mereka tidak akan meninggalkanmu tanpa mendapatkannya."

“Berbicara adalah mengutarakan, sedangkan diam adalah melipat. Pembicaraan hanya akan diketahui dengan mengutarakannya. Jika diizinkan aku pasti akan mengutarakannya.”

Pemimpin tersebut terkesima mendengarkan kata-kata anak tersebut.

“Silahkan!’ jawab sang pemimpin adil tersebut.

“Wahai pemimpin yang adil! Tiga tahun ini kami dilanda musibah. Tahun pertama menggerogoti lemak di tubuh kami. Tahun kedua mengikis daging kami. Dan tahun ketiga mengeroposkan tulang kami. Sementara itu kalian kelebihan harta. Jika hartra itu milik Allah, tolong bagikan kepada hamba-hamba-Nya. Jika harta itu milik hamba Allah, apa alasannya kalian menahannya daqri mereka. Seseungguhnya Allah akan membalas orang-orang yang bersedekah.”

Pemimpin tersebut bergumam, “Tiga alasan yang dikemukakakan anak ini membuatku tidak berkutik.” Pemimpin tersebut kemudian memerintahkan pengawalnya agar memberikan hadiah kepada orang-orang itu dan hadiah khusus bagi anak tersebut.

Melihat hadiah yang diberikan kepadnya lebih baik dibanding dengan yang diterima oleh kaumnya, anak kecil itu protes,  “Wahai pemimpin yang adil! Tolong, yang lain juga memperoleh hadiah sama denganku, karena keperluanku sama seperti keperluan kaum muslimin pada umumnya.” Lalu dia mendendangkan sebuah syair:

Seandainya aku dianigerahi keabadian sendirian, akau sama sekali tidak ingin menyendiri dalam keabadian.
Janganlah diturunkan kepadaku dan tanahku hujan yang tidak merata keseluruh negeri.


*Pemimpin - Khalifah Hisyam ibn Abdul Malik

Related Posts: