Di Tegur Anak Kecil

Seorang Pemimpin Yang Ditegur Anak Kecil


Satu rombongan delegasi dari pedalaman datang untuk menemui seorang pemimpin sebuah negeri. Mereka hendak meminta sumbangan karena wilayah mereka dilanda paceklik. Dalam rombongan tersebut terdapat seorang anak kecil. Melihat itu pemimpin tersebut memenggil dan memarahi pengawalnya. “Memangnya setiap orang bisa menemuiku seenaknya, termasuk anak kecil?” bentaknya.

pemimpin yang ditegur anak kecil



Anak kecil itu lalu mendekati pemimpin tersebut dan berkata, “Wahai pemimpin yang adil! Kedatanganku tidak akan merugikanmu sedikitpun, tapi akan membuatku sangat terhormat. Orang-orangku datang kesini karena sesuatu yang membuat mereka tidak akan meninggalkanmu tanpa mendapatkannya."

“Berbicara adalah mengutarakan, sedangkan diam adalah melipat. Pembicaraan hanya akan diketahui dengan mengutarakannya. Jika diizinkan aku pasti akan mengutarakannya.”

Pemimpin tersebut terkesima mendengarkan kata-kata anak tersebut.

“Silahkan!’ jawab sang pemimpin adil tersebut.

“Wahai pemimpin yang adil! Tiga tahun ini kami dilanda musibah. Tahun pertama menggerogoti lemak di tubuh kami. Tahun kedua mengikis daging kami. Dan tahun ketiga mengeroposkan tulang kami. Sementara itu kalian kelebihan harta. Jika hartra itu milik Allah, tolong bagikan kepada hamba-hamba-Nya. Jika harta itu milik hamba Allah, apa alasannya kalian menahannya daqri mereka. Seseungguhnya Allah akan membalas orang-orang yang bersedekah.”

Pemimpin tersebut bergumam, “Tiga alasan yang dikemukakakan anak ini membuatku tidak berkutik.” Pemimpin tersebut kemudian memerintahkan pengawalnya agar memberikan hadiah kepada orang-orang itu dan hadiah khusus bagi anak tersebut.

Melihat hadiah yang diberikan kepadnya lebih baik dibanding dengan yang diterima oleh kaumnya, anak kecil itu protes,  “Wahai pemimpin yang adil! Tolong, yang lain juga memperoleh hadiah sama denganku, karena keperluanku sama seperti keperluan kaum muslimin pada umumnya.” Lalu dia mendendangkan sebuah syair:

Seandainya aku dianigerahi keabadian sendirian, akau sama sekali tidak ingin menyendiri dalam keabadian.
Janganlah diturunkan kepadaku dan tanahku hujan yang tidak merata keseluruh negeri.


*Pemimpin - Khalifah Hisyam ibn Abdul Malik

Related Posts:

0 Response to "Di Tegur Anak Kecil"

Post a Comment